Kediri, rekamjejaksite – Gelombang kejutan dan kekecewaan melanda Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, seiring dengan mencuatnya dugaan praktik suap yang menggerogoti fondasi integritas pemerintahan desa. Pusat perhatian kini tertuju pada jabatan Kepala Dusun Dadapan, sebuah posisi yang seharusnya diemban dengan amanah dan dedikasi, namun justru diduga kuat diperoleh melalui transaksi ilegal yang melibatkan dana fantastis, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Isu ini bagai bom waktu yang meledak di tengah ketenangan masyarakat Sumberejo, bermula dari bisik-bisik tetangga dan keluhan sejumlah individu yang merasa menjadi korban ketidakadilan dalam proses seleksi perangkat desa yang baru usai. Mereka menyoroti adanya indikasi kuat praktik "jual beli jabatan" yang melibatkan oknum-oknum tertentu dalam struktur pemerintahan desa. Kecurigaan semakin menguat seiring dengan adanya kejanggalan dalam pengumuman hasil seleksi yang dinilai tidak transparan dan cenderung mengabaikan meritokrasi.
Sumber-sumber di desa yang memilih untuk tetap anonim karena alasan keamanan dan potensi adanya tekanan, mengungkapkan bahwa sebelum pengumuman resmi, telah beredar kabar mengenai adanya "tarif" tertentu untuk menduduki posisi strategis di perangkat desa. Besaran "tarif" untuk jabatan Kepala Dusun Dadapan disebut-sebut mencapai angka yang sangat signifikan, jauh di luar kemampuan finansial calon perangkat desa pada umumnya. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa hanya calon yang memiliki modal besar yang berpeluang untuk lolos seleksi, tanpa mempertimbangkan kompetensi dan kapabilitas yang sebenarnya.
Dampak dari isu ini sangat meresahkan. Kepercayaan masyarakat terhadap perangkat desa dan institusi pemerintahan di tingkat lokal terkikis secara signifikan. Munculnya persepsi bahwa jabatan publik dapat diperjualbelikan tidak hanya merusak citra pemerintah, tetapi juga berpotensi menghambat partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa. Warga merasa suara dan aspirasi mereka tidak akan didengar jika para pemimpin di tingkat desa menduduki jabatannya melalui cara yang tidak benar.
Hingga saat ini, respons resmi dari Camat Ngasem maupun Pemerintah Kabupaten Kediri masih dinantikan. Namun, tekanan dari berbagai elemen masyarakat Sumberejo semakin kuat agar pihak berwenang segera bertindak cepat dan tegas. Mereka menuntut adanya investigasi yang independen, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap kebenaran di balik skandal ini. Masyarakat berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan citra pemerintahan desa dapat segera dipulihkan.(Red.Tim)
.jpg)