Geger! Makam Warga Desa Karanggondang Blitar Dibongkar, Polisi Turun Tangan

  

Potongan tayangan video makam habis dibongkar di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu. --(by memorandum co.id)


BLITAR
– Warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, dibuat geger oleh dugaan pembongkaran makam yang terjadi pada dini hari.

Makam salah seorang warga diketahui telah dibongkar dan sebagian kain kafan jenazah diduga diambil oleh orang tidak dikenal. Peristiwa tersebut semakin mengundang perhatian setelah warga menemukan sejumlah sobekan foto perempuan berserakan di sekitar area makam.

Belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan pembongkaran maupun apa motif di balik aksi tersebut. Sejumlah warga kemudian mengaitkannya dengan dugaan praktik ilmu hitam. Namun, hingga kini belum ada bukti yang dapat memastikan dugaan tersebut.

Informasi mengenai makam yang dibongkar itu kemudian menyebar luas melalui media sosial. Kabar tersebut akhirnya diketahui aparat kepolisian yang kemudian melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan bahwa petugas telah mendatangi lokasi makam setelah informasi tersebut beredar.

Menurutnya, hingga saat ini keluarga pemilik makam belum membuat laporan resmi kepada kepolisian.

“Belum ada laporan ke kami,” kata Samsul.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Petugas juga mendatangi kediaman keluarga terkait untuk memastikan informasi yang beredar.

Saat polisi datang, kondisi makam telah dikembalikan seperti semula. Lubang yang sebelumnya diduga digunakan untuk membongkar makam telah ditutup kembali.

“Sudah datang dan memang ada. Tetapi keluarga tidak berkenan membuat laporan ke polisi,” jelas Samsul.

Pihak kepolisian juga telah melakukan penelusuran setelah video mengenai kejadian tersebut viral. Rencananya, petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi guna mengetahui kemungkinan adanya unsur pidana.

Namun, proses pemeriksaan tempat kejadian perkara menghadapi kendala karena kondisi makam sudah kembali seperti semula. Perubahan kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menemukan dan mengamankan jejak yang mungkin masih tersisa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, warga juga menemukan sebuah cangkul yang dibuang ke area persawahan tidak jauh dari lokasi makam. Peralatan tersebut diduga berkaitan dengan aksi penggalian.

Pembongkaran makam diduga dilakukan pada dini hari. Waktu tersebut dipilih karena kondisi sekitar lebih sepi. Meski demikian, lokasi makam tidak terlalu jauh dari permukiman warga sehingga pelaku diduga harus memperhitungkan situasi sekitar.

Penggalian makam juga disebut tidak dilakukan secara keseluruhan. Bagian yang dibongkar hanya berada di sekitar ujung kepala, tepatnya di bawah bagian nisan. Sementara bagian makam lainnya tetap dalam kondisi utuh.

Saat bagian makam tersebut dibuka, warga disebut sempat melihat bambu yang digunakan untuk menutup jenazah.

Setelah kejadian diketahui, warga setempat meningkatkan kewaspadaan. Sejumlah warga bahkan melakukan patroli secara bergantian di sekitar kawasan pemakaman untuk mencegah kemungkinan kejadian serupa kembali terjadi.

Hingga kini, motif pembongkaran makam tersebut masih menjadi tanda tanya. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar, sementara keluarga belum menempuh langkah pelaporan secara resmi.

(Red/lis)

Trek-trekan Ganggu Warga, Polres Kediri Kota Lakukan Pencegahan


Polisi melakukan patroli dan pencegahan balap liar.--(by memorandum)


KEDIRI
– Aktivitas trek-trekan, breng-brengan hingga balap liar yang dilakukan secara berkelompok menjadi perhatian Polres Kediri Kota. Menyikapi keresahan masyarakat, polisi melakukan langkah preventif untuk mencegah kegiatan tersebut mengganggu keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Upaya pencegahan dilakukan pada Jumat malam (7/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Bagian Operasional Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.

Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas sejumlah kelompok remaja yang berkendara secara bergerombol di jalan umum. Aktivitas itu dinilai menimbulkan suara bising dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kompol Iwan mengatakan, informasi dari warga menjadi perhatian kepolisian untuk segera melakukan pencegahan sebelum aktivitas tersebut berkembang dan menimbulkan gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, trek-trekan dan balap liar umumnya berlangsung ketika malam semakin larut. Para remaja berkumpul kemudian berkendara secara berkelompok dengan cara yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain persoalan keselamatan, suara kendaraan yang bising juga berpotensi mengganggu warga yang sedang beristirahat.

“Informasi dari masyarakat menjadi atensi kami. Kami melakukan langkah preventif agar aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan tidak berkembang,” ujar Kompol Iwan.

Ia menegaskan, jalan raya merupakan fasilitas umum yang harus digunakan secara tertib. Karena itu, jalan umum tidak semestinya dimanfaatkan untuk trek-trekan, balap liar maupun konvoi yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

Polisi mengimbau para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Silakan melakukan aktivitas yang positif, tetapi jangan sampai mengganggu masyarakat maupun membahayakan pengguna jalan. Kami mengimbau para remaja untuk tidak terlibat dalam aktivitas trek-trekan atau kegiatan lain yang meresahkan,” katanya.

Kompol Iwan menambahkan, langkah preventif merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polisi tidak hanya hadir setelah gangguan terjadi, tetapi juga berupaya mencegah potensi gangguan sejak awal.

Meski demikian, kepolisian memastikan akan mengambil tindakan apabila masih ditemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami akan melakukan tindakan tegas apabila masih ada yang melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Selain melakukan pencegahan terhadap aksi balap liar, petugas juga memberikan imbauan kepada sejumlah remaja yang masih nongkrong hingga larut malam di sekitar lokasi. Mereka diminta tidak beraktivitas tanpa kepentingan hingga dini hari dan segera kembali ke rumah.

Kepolisian turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi kamtibmas. Warga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas trek-trekan, balap liar maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Masyarakat bisa segera menghubungi call center Polri di 110 apabila mengetahui adanya kegiatan yang mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya.

(Red/Lis)


Bhabinkamtibmas Polsek Banyakan Dampingi Petani Jabon, Dukung Ketahanan Pangan


Bripka Gaguk Santoso mendampingi petani Desa Jabon melakukan pemupukan tanaman jagung.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kota Kediri. Salah satunya melalui pendampingan langsung kepada petani dalam proses budidaya tanaman jagung.

Bhabinkamtibmas Desa Jabon, Polsek Banyakan, Bripka Gaguk Santoso, turun langsung ke lahan pertanian untuk mendampingi petani melakukan pemupukan tanaman jagung, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Gaguk terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi lahan yang berada di wilayah binaannya. Ia kemudian berinteraksi dengan petani sekaligus mendampingi proses pemupukan tanaman.

Pemupukan menjadi salah satu tahapan penting dalam perawatan tanaman jagung. Pemberian pupuk yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas hasil panen dapat meningkat.

Selain melihat kondisi tanaman, Bripka Gaguk juga berdialog langsung dengan petani mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan proses budidaya.

Pembahasannya meliputi perkembangan tanaman, ketersediaan pupuk, hingga kendala yang ditemui petani selama mengelola lahan.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para petani agar tetap konsisten melakukan perawatan tanaman hingga masa panen tiba.

“Kami berharap para petani tetap semangat mengelola lahan pertanian. Perawatan tanaman, termasuk pemupukan yang tepat, menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung demi mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Gaguk.

Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mendukung aktivitas masyarakat. Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung strategi program pemerintah di sektor pertanian.

Kegiatan turun langsung ke lapangan juga memungkinkan petugas mengetahui kondisi dan kebutuhan petani secara lebih dekat. Dengan adanya komunikasi yang terjalin, berbagai kendala dalam proses budidaya yang diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya bersama melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto juga terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk para petani.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan sambang, pemberian edukasi, serta pemantauan perkembangan sektor pertanian.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dengan keterlibatan berbagai pihak di lapangan, program swasembada pangan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, baik di wilayah hukum Polres Kediri Kota maupun dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(red/lis)

27 Pegawai dan Pengguna Layanan Donorkan Darah, Imigrasi Kediri Lanjutkan dengan Baksos


Kepala Kantor Imigrasi Kediri Antonius Frizky Saniscara memberikan paket bantuan kepada peserta donor darah.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan bakti sosial, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian jajaran Imigrasi terhadap masyarakat. Selain itu, kegiatan juga menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretariat Jenderal Nomor SEK-UM.01.01-97 mengenai Pedoman Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan donor darah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 29 orang yang terdiri dari pegawai dan pengguna layanan keimigrasian ikut berpartisipasi.

Seluruh calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka memenuhi persyaratan donor. Dari 29 peserta, dua orang dinyatakan belum memenuhi syarat sehingga tidak dapat melakukan donor.

Dengan demikian, sebanyak 27 peserta berhasil menyumbangkan darah dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada siang hari dengan bakti sosial yang menyasar masyarakat di sekitar kantor, terutama kelompok lanjut usia (lansia).

Sebanyak 30 paket bantuan berupa sembako dan sayuran hasil panen dari program ketahanan pangan Kantor Imigrasi Kediri disalurkan kepada 30 warga yang menjadi penerima manfaat.

Kegiatan sosial tersebut turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kediri bersama seluruh jajaran pegawai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

"Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kami maknai dengan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Donor darah dan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus implementasi semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'," ujar Antonius.

Ia menambahkan, keberadaan Imigrasi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi dan keimigrasian. Jajaran Imigrasi juga berupaya berkontribusi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, aksi donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Sementara kegiatan bakti sosial diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya para lansia di sekitar lingkungan kantor.

Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara jajaran Imigrasi dan masyarakat.

Antonius berharap semangat gotong royong, kepedulian, serta kebersamaan dapat terus tumbuh melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kedekatan antara Imigrasi dan masyarakat. Melalui aksi sosial seperti ini, nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada bangsa dapat terus tumbuh sejalan dengan semangat Kemerdekaan Indonesia," tambahnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap instansi untuk memberikan kontribusi nyata sesuai dengan perannya masing-masing.

Melalui donor darah dan bakti sosial tersebut, Kantor Imigrasi Kediri menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keimigrasian, tetapi juga lewat aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.(red/lis)

Sopir Truk Asal Tulungagung Jadi Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Rekan Kerja Kenang Detik-Detik Kebakaran

 

Jenazah Alm Sari Sukoco di rumah duka--(by memorandum co.id)


TULUNGAGUNG
– Suasana duka menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), warga Perumahan Mutiara Regency, Kelurahan Tretek, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Sopir truk ekspedisi tersebut menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026).

Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Senin (3/8/2026) malam dengan menggunakan ambulans. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga yang tak kuasa menahan kesedihan. Sejumlah kerabat, tetangga, dan rekan kerja turut hadir memberikan penghormatan terakhir sebelum proses pemakaman.

Sari diketahui tengah menjalankan tugas sebagai sopir truk ekspedisi yang mengangkut muatan cold storage menuju Makassar. Bersama rekannya, Bambang Susilo, ia berangkat setelah mengambil muatan dari Jakarta dan menyeberang menggunakan KMP Mutiara Sentosa 2. Namun perjalanan tersebut berubah menjadi tragedi ketika kapal mengalami kebakaran di tengah pelayaran.

Bambang, yang berhasil selamat, menceritakan suasana mencekam saat api mulai membakar kapal. Menurutnya, kepanikan terjadi begitu cepat setelah terdengar teriakan dari para penumpang yang mengetahui adanya kebakaran.

"Setelah sarapan, tiba-tiba penumpang berteriak kalau ada kebakaran. Diduga api berasal dari dek paling bawah yang berisi kendaraan truk berat," ungkap Bambang.

Saat situasi semakin genting, ia bersama Sari berusaha menuju bagian ujung kapal sambil mengenakan pelampung. Bambang sempat mengajak rekannya itu untuk segera melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

"Saya sempat mengajak beliau untuk terjun, tapi hanya tersenyum dan mengangguk. Setelah itu saya melompat lebih dulu," kenangnya.

Bambang kemudian berenang menjauh dari kapal bersama penumpang lainnya hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal penyelamat yang berada di sekitar lokasi kejadian. Di atas kapal penyelamat itulah ia baru mengetahui bahwa rekannya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Saya baru tahu beliau ditemukan meninggal setelah berada di kapal penyelamat," katanya dengan suara lirih.

Bagi Bambang, kepergian Sari bukan hanya kehilangan rekan kerja, tetapi juga sahabat yang telah menemaninya selama hampir delapan tahun bekerja bersama. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras yang ramah dan selalu ringan tangan membantu siapa saja.

"Beliau orangnya baik, suka menolong, dan selalu peduli kepada teman-temannya. Beliau juga pernah bercerita ingin menikah tahun ini," tuturnya.

Keinginan untuk membangun rumah tangga yang selama ini menjadi impian almarhum pun akhirnya tidak pernah terwujud. Kabar duka tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sesama sopir ekspedisi.

Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Sari Sukoco diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan iringan doa dari keluarga dan para pelayat yang mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.(Red/lis)

Polsek Grogol Perkuat Swasembada Pangan Lewat Edukasi Petani Jagung


Aiptu Agung Wahyu bersama petani Wonoasri-(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Kediri Kota melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Grogol, Aiptu Agung Wahyu, yang turun langsung ke area persawahan Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Agung berdialog dengan para petani jagung untuk memantau perkembangan tanaman sekaligus memberikan motivasi agar tetap bersemangat mengelola lahan pertanian. Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Selain memantau kondisi tanaman, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya perawatan tanaman secara maksimal. Petani diajak memperhatikan pola pemupukan, pengendalian hama, hingga menjaga kualitas hasil panen agar produktivitas lahan terus meningkat.

Tak hanya itu, para petani juga diimbau untuk terus menjalin komunikasi dengan penyuluh pertanian maupun Bhabinkamtibmas apabila menemui kendala selama proses budidaya. Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu hasil produksi.

Aiptu Agung Wahyu menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat.

"Kami hadir untuk memberikan pendampingan dan semangat kepada para petani agar terus meningkatkan hasil produksi jagung. Keberhasilan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional," ujarnya.

Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Polri dan masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembangunan di sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan sambang dan pendampingan yang dilakukan secara rutin, Polres Kediri Kota berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat. Di sisi lain, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sehingga hasil panen terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.

Pendampingan seperti ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong kesejahteraan warga melalui dukungan terhadap sektor pertanian yang berkelanjutan.(Red/lis

AKBP Ferli Hidayat: Profil, Perjalanan Karier, dan Pencopotan Pascatragedi Kanjuruhan


AKBP Ferli Hidayat--(by memorandum.co.id)


MALANG
-Nama AKBP Ferli Hidayat atau yang lebih dikenal dengan sapaan Sam Ferli pernah menjadi perhatian publik setelah peristiwa Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Perwira menengah Polri tersebut saat itu menjabat sebagai Kapolres Malang dan menjadi salah satu pejabat yang terkena kebijakan mutasi setelah insiden yang menewaskan ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 3 September 1982, Ferli Hidayat menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan lulus pada 2001. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan berhasil menyelesaikannya pada 2004 sebagai bagian dari generasi perwira Polri.

Sepanjang perjalanan kariernya, Ferli lebih banyak mengabdi di bidang Lalu Lintas (Lantas). Pengalamannya di bidang tersebut membawanya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk sebagai Kasubbag Bungkol Spripim Polri. Rekam jejak tersebut menjadi modal sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polres Malang.

Pada 24 Januari 2022, AKBP Ferli Hidayat resmi dilantik sebagai Kapolres Malang. Selama memimpin wilayah hukum tersebut, ia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola yang memiliki basis besar di Kabupaten Malang.

Mengajak Aremania Menjaga Kondusivitas

Beberapa hari sebelum pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berlangsung pada 1 Oktober 2022, Ferli sempat menyampaikan pesan kepada para suporter melalui siaran langsung Instagram bertajuk Njagong Bareng – Rivalitas 90 Menit Seduluran Selawase! pada 29 September 2022.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh Aremania dan Aremanita untuk menunjukkan sikap sportif serta memberikan dukungan positif kepada klub kebanggaannya. Menurutnya, suporter memiliki peran penting sebagai pemain ke-12 yang mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan kondusif.

Ferli juga berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung dengan tertib sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Malang tetap terjaga, apa pun hasil pertandingan yang diraih kedua tim.

Tragedi Kanjuruhan Mengubah Segalanya

Harapan tersebut berubah menjadi tragedi setelah laga Arema FC kontra Persebaya berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Kekalahan Arema FC memicu sebagian penonton memasuki lapangan. Saat itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyebut sekitar 3.000 orang dari total kurang lebih 40.000 penonton turun ke area pertandingan.

Situasi kemudian berkembang menjadi tidak terkendali ketika aparat keamanan melepaskan gas air mata, termasuk ke arah tribun penonton. Kepanikan massal terjadi ketika ribuan suporter berusaha keluar stadion secara bersamaan. Kondisi pintu keluar yang padat menyebabkan banyak orang terjatuh, terinjak, hingga mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu tragedi sepak bola terbesar dalam sejarah Indonesia dengan korban meninggal dunia mencapai 125 orang berdasarkan data yang saat itu diumumkan pemerintah.

Dicopot dari Jabatan Kapolres Malang

Sebagai tindak lanjut atas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi terhadap jajaran kepolisian yang bertugas dalam pengamanan pertandingan.

Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/2022 yang diterbitkan pada 3 Oktober 2022, AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Malang. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kadiv Humas Polri saat itu, Irjen Dedi Prasetyo.

Setelah dimutasi, Ferli ditempatkan sebagai Perwira Menengah (Pamen) SSDM Polri. Posisinya sebagai Kapolres Malang kemudian diisi oleh AKBP Putu Kholis Arya sebagai bagian dari langkah evaluasi dan pembenahan pascatragedi Kanjuruhan yang menjadi perhatian nasional maupun internasional.(red/lis)

Tol Kediri Terus Dibangun, Penggantian Aset Pemkot Masih Menggantung

  

PROYEK TOL - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari saat meninjau proyek tol akses Bandara Dhoho, Jumat (31/7/2026). Ia menjelaskan hingga saat ini Pemkot Kediri masih menunggu kepastian lahan pengganti milik Pemkot yang terdampak proyek tol(by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat mengenai mekanisme pengadaan lahan pengganti untuk aset daerah yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri menuju Bandara Dhoho. Hingga kini, proses penggantian aset tersebut belum sepenuhnya terealisasi meski sebagian lahan telah digunakan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN).

Tercatat sebanyak 72 bidang aset milik Pemkot Kediri masuk dalam area pembangunan jalan tol. Aset tersebut terdiri atas 21 bidang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 46 bidang non-LP2B, serta lima bidang berupa bangunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 bidang telah memperoleh izin pemanfaatan dan kini telah digunakan untuk mendukung pekerjaan konstruksi jalan tol. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah belum menerima lahan pengganti sebagaimana yang menjadi haknya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menegaskan belum diterbitkannya izin pemanfaatan lahan tahap berikutnya bukan berarti Pemkot Kediri menghambat pembangunan proyek nasional tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah hanya menjalankan aturan terkait pengelolaan aset daerah.

"Pemerintah Kota Kediri tidak menghambat pembangunan jalan tol. Izin pemanfaatan lahan tahap kedua belum bisa diterbitkan karena pemanfaatan lahan tahap pertama sebanyak 36 bidang sudah diberikan izinnya, tetapi sampai sekarang penggantian lahannya belum ada," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Endang menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah bidang tanah yang diusulkan sebagai aset pengganti. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat mengenai mekanisme maupun lokasi pengganti yang akan digunakan.

Ia menegaskan bahwa setiap aset milik daerah yang dilepaskan harus memperoleh penggantian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, penerbitan izin baru tidak dapat dilakukan sebelum kewajiban pada tahap sebelumnya diselesaikan.

"Yang tahap pertama saja belum diganti, masa sekarang mau mengeluarkan izin lagi. Nanti justru menyalahi aturan. Kami tetap mengikuti ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Selain persoalan aset umum, pembahasan di tingkat pemerintah pusat juga masih menyangkut mekanisme penggantian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang terdampak proyek jalan tol.

Menurut Endang, lahan sawah produktif yang memiliki sistem irigasi teknis memiliki aturan khusus mengenai penggantian. Dalam regulasi tertentu, lahan semacam itu dapat diganti dengan luasan hingga tiga kali lipat dari luas lahan yang digunakan.

"Kalau sawah itu beririgasi, subur dan tidak kesulitan air, ada ketentuan penggantian bisa sampai tiga kali lipat. Nah, ini yang masih dibahas di pemerintah pusat, apakah satu kali, tiga kali, atau seperti apa mekanismenya," jelasnya.

Di tengah proses administrasi yang masih berlangsung, pembangunan fisik Jalan Tol Kediri menuju Bandara Dhoho tetap berjalan sesuai jadwal. Berdasarkan laporan Project Management and Supervision Consultant (PMSC), progres konstruksi telah mencapai sekitar 63 persen.

Perwakilan PMSC, Mamik, menyampaikan pekerjaan konstruksi di lapangan terus berlangsung dan ditargetkan rampung pada kuartal kedua tahun 2027.

"Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 63 persen. Pekerjaan konstruksi terus berjalan dan kami menargetkan penyelesaian proyek pada kuartal kedua tahun 2027 sesuai rencana," katanya.

Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang terhubung dengan Bandara Dhoho diharapkan mampu mempercepat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah. Meski demikian, penyelesaian persoalan administrasi dan penggantian aset pemerintah daerah dinilai menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai aturan tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.(red/lis)

Aipda Puguh Dampingi Panen Jagung, Polres Kediri Kota Perkuat Swasembada Pangan

  

Aipda Puguh Hari Santoso bersama petani jagung Desa Puhsarang.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di tingkat desa. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Puhsarang, Polsek Semen, Polres Kediri Kota, Aipda Puguh Hari Santoso, yang turun langsung mendampingi petani saat panen jagung di wilayah binaannya, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, Aipda Puguh tidak hanya memantau proses panen, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para petani. Ia berdialog mengenai hasil produksi, kondisi tanaman, hingga berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya jagung.

Melalui komunikasi yang hangat dan humanis, diharapkan hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya petani, semakin erat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus produktif.

Selain melakukan pemantauan, Aipda Puguh turut memberikan motivasi kepada petani agar terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian. Menurutnya, hasil panen yang meningkat tidak hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat, termasuk di sektor pertanian.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian diharapkan mampu memberikan rasa aman, mempererat kemitraan dengan masyarakat, sekaligus mendorong tercapainya program ketahanan pangan demi mewujudkan swasembada pangan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Karena itu, Polres Kediri Kota akan terus memperkuat kolaborasi dengan para petani melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan tersebut, diharapkan produktivitas sektor pertanian di wilayah hukum Polres Kediri Kota terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (Red/EI)

Kota Kediri Sabet 4 Penghargaan Nasional Bidang Keluarga, MBG hingga KB Jadi Andalan

  

Wali Kota Vinanda Prameswati menerima 4 penghargaan di Hari Keluarga Nasional 2026(by detikjatim.com)


KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Pemkot Kediri sukses memborong empat penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan berbagai program pembangunan keluarga.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin serta Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur kepada Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad di Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Empat penghargaan yang diraih menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Kota Kediri dalam mengimplementasikan berbagai program prioritas nasional di bidang kependudukan, keluarga berencana, hingga pembangunan keluarga berkualitas.

Salah satu penghargaan diberikan atas komitmen Wali Kota Kediri bersama TP PKK dalam menjalankan sejumlah program unggulan nasional, seperti TAMASYA, GATI, SIDAYA, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), serta pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran kelompok 3B di Kota Kediri.

Tak hanya itu, Kota Kediri juga mendapat apresiasi karena berhasil menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas Tahun 2025, yang menjadi acuan dalam pembangunan kependudukan secara berkelanjutan.

Prestasi lainnya datang dari sektor keluarga berencana. Pemkot Kediri memperoleh penghargaan atas capaian 100 persen peserta program KB, yang dinilai sebagai salah satu indikator keberhasilan pengendalian penduduk sekaligus peningkatan kualitas keluarga.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, TP PKK, tenaga lapangan, hingga masyarakat yang terus mendukung berbagai program pembangunan keluarga.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada keluarga. Kami percaya keluarga yang sehat, berdaya, dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia," ujar Vinanda, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kependudukan, kesehatan keluarga, penurunan stunting, hingga penguatan ketahanan keluarga.

Vinanda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai program pembangunan keluarga di Kota Kediri.

"Terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah, TP PKK, tenaga lapangan, dan seluruh masyarakat Kota Kediri yang telah bersinergi mendukung berbagai program pembangunan keluarga. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," tuturnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor agar berbagai program pembangunan keluarga dapat berjalan semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Red/EI)

Api Nyaris Merambat ke Ruang Kelas, Gudang Kayu Bekas SDN Krecek 3 Terbakar


PEMADAMAN - Petugas Damkar Kabupaten Kediri saat memadamkan api di SDN Krecek 3 Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri( by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Aktivitas belajar mengajar di SDN Krecek 3, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, sempat diwarnai kepanikan setelah kebakaran terjadi di area belakang sekolah, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.50 WIB. Kobaran api muncul dari bekas area parkir sepeda yang kini difungsikan sebagai tempat penyimpanan material kayu bekas hasil rehabilitasi gedung.

Api dengan cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar berupa bangku, meja, lemari, dan kayu bekas yang ditumpuk di lokasi tersebut. Beruntung, petugas pemadam kebakaran bersama warga berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke ruang kelas yang saat itu masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan tim pemadam langsung menuju lokasi setelah menerima laporan, sesaat usai menyelesaikan penanganan kebakaran rumah di Kecamatan Kayen Kidul.

"Petugas langsung bergerak ke lokasi. Yang terbakar merupakan bekas area parkir sepeda yang kini menjadi tempat penyimpanan kayu bekas. Apabila penanganan terlambat, api berpotensi merembet ke ruang kelas yang berada tepat di samping lokasi," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di luar lingkungan sekolah. Lokasi pembakaran berjarak sekitar empat meter dari pagar sekolah. Bara api yang terbawa embusan angin kencang musim kemarau diduga melompati pagar batako dan menyulut tumpukan kayu kering di dalam area sekolah.

Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dipastikan padam sekitar pukul 12.30 WIB.

Guru kelas IV SDN Krecek 3, Muchlisin, mengaku awalnya mengira kepulan asap yang terlihat dari balik jendela kelas berasal dari pembakaran limbah pertanian di sekitar area persawahan.

"Saya sempat mengira itu pembakaran sampah atau daduk tebu seperti biasanya. Namun setelah mendapat informasi dari rekan guru bahwa api sudah membesar di belakang sekolah, kami langsung melakukan langkah penyelamatan," tuturnya.

Para guru kemudian membagi tugas untuk mengamankan para siswa agar tetap berada di lokasi yang aman, sementara sebagian lainnya bersama warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum armada pemadam tiba di lokasi.

Menurut Muchlisin, material yang terbakar merupakan aset lama sekolah berupa kayu bekas hasil rehabilitasi bangunan. Material tersebut belum dapat dipindahkan ataupun dimusnahkan karena masih menunggu proses administrasi penghapusan aset sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan utama sekolah. Namun sejumlah material kayu hangus terbakar dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Pemerintah Kabupaten Kediri kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun limbah pertanian secara sembarangan, terutama selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang dinilai sangat berisiko memicu kebakaran yang dapat mengancam permukiman maupun fasilitas umum.(Red/EI)

LSM Ratu Desak Audit Pengadaan Seragam dan Dana Komite SMAN 1 Pare

  



​KEDIRI — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Muda Bersatu (Ratu) menyoroti dugaan beban biaya pendidikan di SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri. Pihak LSM menilai penarikan uang seragam dan sumbangan komite di sekolah tersebut memberatkan para wali murid.


​Ketua LSM Ratu, Saiful Iskak, menyatakan pihaknya mengambil langkah tegas dan berencana melaporkan indikasi pungutan ini ke aparat penegak hukum (APH).


​"Kami menerima keluhan dari wali murid terkait besarnya biaya yang harus ditanggung. Langkah tegas akan kami ambil dengan melaporkan dugaan penyimpangan ini agar ada kejelasan hukum dan perlindungan bagi orang tua siswa," ujar Saiful Iskak.


​Berdasarkan informasi yang dihimpun, rincian biaya yang dibebankan kepada orang tua murid kelas X meliputi:

​Pakaian Seragam:

​Siswa Laki-laki: Rp1.940.000

​Siswa Perempuan: Rp2.200.000

​Uang Komite Sekolah:

​Imbauan Awal: Rp2.000.000

​Kesepakatan Akhir: Rp1.000.000


​Meskipun nominal uang komite telah diturunkan dari imbauan awal sebesar Rp2 juta menjadi Rp1 juta melalui kesepakatan, penarikan tersebut beserta pembelian paket seragam sekolah tetap dinilai sebagai beban finansial yang signifikan bagi sebagian wali murid.


Saiful juga menjelaskan ​Landasan Hukum dan Potensi Pasal Pidana, ​Praktik jual beli seragam oleh pihak sekolah serta penarikan dana komite yang bersifat wajib/mengikat diatur secara ketat dalam regulasi pendidikan nasional:


​Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah

​Pasal 12 huruf a: Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.


​Pasal 10 ayat (2): Penggalangan dana oleh Komite Sekolah harus dalam bentuk sumbangan atau bantuan, bukan pungutan yang bersifat wajib, mengikat, atau ditentukan jumlah dan jangka waktunya.


​Permendikbud No. 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Adat dan Seragam Sekolah

​Pihak sekolah dilarang mewajibkan atau membebani orang tua/wali siswa untuk membeli seragam baru pada setiap kenaikan kelas atau penerimaan siswa baru.


​Potensi Pasal Pidana:

​Pasal 423 KUHP (Lama) / Pasal 488 UU No. 1/2023 (KUHP Baru): Terkait Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menyalahgunakan kekuasaan untuk memaksa seseorang memberikan sesuatu atau melakukan pembayaran.


​UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 (UU Tipikor): Apabila dalam proses pengadaan atau penarikan dana tersebut ditemukan unsur pemaksaan, penyalahgunaan wewenang, atau gratifikasi yang merugikan masyarakat/negara. Terang Saiful. 


​Sesuai Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) mengenai kewajiban bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, serta selalu menguji informasi (check and re-check), ruang ini disediakan untuk tanggapan resmi dari pihak Kepala SMAN 1 Pare maupun Komite Sekolah.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Kepala SMAN 1 Pare dan pengurus Komite Sekolah guna mendapatkan klarifikasi berimbang mengenai skema pengadaan seragam serta mekanisme penentuan sumbangan komite tersebut.(red/brm)

Kandang Ayam di Gandusari Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta


Petugas bahu-membahu memadamkan kebakaran kandang ayam di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.--(by memorandum co.id)


BLITAR
– Sebuah kandang ayam milik warga di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, dilalap api pada Selasa (28/7). Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan ratusan ekor ayam mati terpanggang dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kandang yang terbakar diketahui milik Misnan (57), warga setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh ternak yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, pemilik kandang melihat kepulan asap hitam membumbung dari bangunan tempat ternaknya dipelihara.

"Korban mengetahui adanya asap dari kandang ayam miliknya sekitar pukul 07.30 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujarnya.

Mengetahui kobaran api mulai membesar, korban sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena api dengan cepat merambat ke seluruh bagian kandang.

Material bangunan yang sebagian besar menggunakan bambu membuat kobaran api semakin mudah menyebar sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa yang selanjutnya meneruskan informasi kepada pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

Mendapat laporan, petugas segera menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 09.30 WIB sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Berdasarkan data di lapangan, kandang berukuran sekitar 15 x 5 meter tersebut memiliki konstruksi atap genteng dengan dinding tembok yang dipadukan kawat ram. Saat kejadian, di dalam kandang terdapat 250 ekor ayam KUB berusia sekitar lima bulan serta 200 ekor ayam bibit berusia satu minggu.

Seluruh ayam yang berada di dalam kandang dilaporkan mati akibat terjebak kobaran api.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin penghangat kandang yang digunakan untuk menjaga suhu bagi ayam bibit.

Meski demikian, petugas kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Akibat peristiwa itu, pemilik kandang diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp100 juta, yang meliputi kerusakan bangunan kandang beserta ratusan ekor ayam yang tidak dapat diselamatkan.

Polisi mengimbau para peternak agar rutin memeriksa instalasi listrik dan kondisi peralatan pemanas di dalam kandang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran, terutama pada bangunan yang masih menggunakan material mudah terbakar.(Red/ EI)

Soroti Dugaan Pungli dan Jual Beli Seragam, LSM RATU Siap Gelar Aksi 3 Hari di Grahadi

 Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu 



​Kediri, Jatim – Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Muda Bersatu (LSM RATU) melayangkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Kapolrestabes Surabaya pada Selasa (28/7/2026). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas temuan investigasi mereka mengenai maraknya dugaan pungutan liar (pungli) dan komersialisasi pendidikan di tingkatan SMA/SMK Negeri wilayah Kabupaten dan Kota Kediri.


​Aksi damai yang diinisiasi oleh Ketua LSM RATU, Saiful Iskak, rencananya akan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Sebanyak 50 peserta perwakilan LSM diproyeksikan turun ke jalan dengan titik kumpul di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.


​Selain Kejati Jatim, massa aksi menyasar tiga titik lokasi lainnya di Surabaya, yakni Gedung Negara Grahadi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur dan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.


Dalam perencanaannya, massa aksi juga menyiapkan peraga aksi berupa bendera, banner, ban bekas, serta 10 tenda untuk menginap di halaman Gedung Negara Grahadi selama 3 hari 3 malam.


​Persoalkan Pembayaran Tanpa Kuitansi hingga Jual Beli Seragam


​Dalam keterangannya, Ketua LSM RATU Saiful Iskak menyayangkan praktik pendidikan di Kediri yang dinilai kian berorientasi pada bisnis sehingga berpotensi menurunkan kualitas belajar siswa dan mencederai prinsip keadilan serta transparansi publik.


​"Hasil tim investigasi kami menemukan indikasi maraknya pungli di sekolah SMA dan SMK Negeri di Kediri, di mana penerimaan pembayaran dari wali murid sering kali tidak disertai bukti pembayaran atau kuitansi resmi dari sekolah," tegas Saiful dalam keterangan tertulisnya.


​7 Poin Tuntutan LSM RATU


​Melalui lampiran surat pemberitahuan bernomor 031/SPAD/RATU/VII/2026, LSM RATU menyampaikan tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum:


1. ​Transparansi Keuangan: Menuntut transparansi transaksi keuangan sekolah yang wajib dipertanggungjawabkan kepada wali murid, termasuk pemberian bukti pembayaran sah (kuitansi/struk).


2. ​Copot Kepala Cabdindik Kediri & Kepsek Terlibat: Mengusut tegas dan mengganti Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Kediri beserta jajaran, serta mencopot Kepala SMKN 1 Kota Kediri (Edi Suroto) dan SMKN 1 Ngasem (Alfin) yang dinilai memicu kegaduhan di dunia pendidikan Kediri.


3. ​Hak Kuitansi Wali Murid: Memastikan hak wali murid untuk menerima bukti pembayaran yang sah atas seluruh transaksi sekolah.


4. ​Usut Jual Beli Buku & Seragam: Mendesak Kejati Jatim segera memanggil dan memeriksa dugaan praktik jual beli buku dan kain seragam saat pendaftaran ulang siswa SMA/SMK Negeri Kediri tahun ajaran 2024–2026.


5. ​Penegakan Permendikbud No. 75/2016: Meminta Kejati Jatim memeriksa Ketua, Komite, dan Bendahara Komite Sekolah terkait potensi pungli, mengingat Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan dan hanya diperbolehkan menerima sumbangan/bantuan.


6. ​Usut Penyelewengan Dana BOS: Mengesahkan tuntutan kepada Polda Jatim untuk memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah serta Bendahara SMA/SMK Negeri di Kediri terkait transparansi dan dugaan korupsi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2024–2026.


7. ​Audit Dana BPOPP Jatim: Meminta Polda Jatim memeriksa pihak-pihak terkait atas transparansi penggunaan dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari APBD Pemprov Jatim (Program Nawa Bhakti Satya) TA 2024–2026 yang dinilai berpotensi dikorupsi.


​Melalui aksi ini, LSM RATU berharap aparat penegak hukum (Kejati dan Polda Jatim) beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mengambil tindakan tegas untuk membersihkan dunia pendidikan di Jawa Timur, khususnya Kediri, dari praktik KKN dan pungli.(red/hep) 

Komitmen Lindungi Hak Anak, Kota Kediri Terima Penghargaan dari Pemprov Jatim


Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (28/7/2026). Pemprov Jatim mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak. (ANTARA/ HO-Pemkot Kediri)


KEDIRI – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri atas komitmennya dalam memperkuat perlindungan serta pemenuhan hak anak. Komitmen tersebut mengantarkan Kota Kediri meraih penghargaan Terbaik III Indeks Perlindungan Anak (IPA) tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Pasuruan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat yang bersama-sama berupaya memenuhi hak-hak anak.

Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari kekerasan maupun diskriminasi.

Pemerintah Kota Kediri selama ini menjalankan berbagai program yang mendukung terwujudnya Kota Layak Anak. Program tersebut meliputi penguatan perlindungan anak, pencegahan kekerasan dan perundungan, pemenuhan hak pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penyediaan ruang partisipasi bagi anak dalam proses pembangunan daerah.

Pemprov Jawa Timur berharap capaian Kota Kediri dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas layanan perlindungan anak. Indeks Perlindungan Anak menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pemerintah daerah dalam menjamin hak-hak anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, Pemerintah Kota Kediri berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai program perlindungan anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang semakin ramah anak dan mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter.(red/lis)

Meski Musim Kemarau, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan Masih Turun di Kediri

Ilustrasi hujan saat musim kemarau(by kompas.com)



KEDIRI
– Sejumlah wilayah di Kediri masih diguyur hujan meski secara klimatologis telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di masyarakat, terutama karena hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, hujan yang masih terjadi pada musim kemarau merupakan fenomena yang masih tergolong normal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah, meskipun sebagian besar Jawa Timur telah memasuki musim kemarau.

Prakirawan BMKG Dhoho Kediri menerangkan bahwa musim kemarau tidak selalu berarti cuaca akan panas dan kering setiap hari. Pada periode tertentu, masih terdapat peluang hujan akibat adanya kelembapan udara yang cukup tinggi serta proses pemanasan permukaan yang memicu pertumbuhan awan konvektif.

Fenomena ini umumnya terjadi pada siang hingga sore hari dan bersifat lokal. Akibatnya, hujan dapat mengguyur satu wilayah, sementara daerah lain yang berdekatan tetap mengalami cuaca cerah.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sudah memasuki musim kemarau. Selain potensi hujan lokal, perubahan cuaca yang berlangsung cepat masih dapat terjadi, termasuk peningkatan kecepatan angin yang menjadi karakteristik musim kemarau di wilayah Jawa Timur. 

Di sisi lain, sebagian wilayah Jawa Timur tetap diprediksi mengalami penurunan curah hujan seiring meluasnya musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan di sejumlah daerah sehingga masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan mewaspadai potensi kebakaran lahan maupun permukiman. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Informasi resmi dari BMKG diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi secara cepat selama masa peralihan menuju puncak musim kemarau.(red/lis)

Tarif Parkir Insidentil di Kota Kediri Diusulkan Naik, Reguler Juga Berpotensi Berubah



(by radar kediri)


KEDIRI
– Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri saat ini tengah mematangkan rancangan regulasi mengenai penerapan parkir insidentil. Pembahasan tersebut dilakukan secara intensif sebagai bagian dari proses penyempurnaan aturan sebelum diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh pembahasan lebih lanjut. Regulasi ini diproyeksikan menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan parkir sekaligus meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan bahwa rancangan aturan tersebut hingga kini masih berada pada tahap pembahasan di Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD). Oleh karena itu, regulasi tersebut belum diajukan ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena masih memerlukan penyempurnaan dari berbagai aspek teknis maupun administratif.

Menurut Arief, terdapat sejumlah poin penting yang sedang dibahas dalam penyusunan aturan tersebut. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan besaran tarif parkir insidentil, tetapi juga menyangkut mekanisme pelaksanaan di lapangan. Hal ini dilakukan mengingat ketentuan mengenai parkir insidentil sebenarnya telah tercantum dalam regulasi sebelumnya, namun belum mengatur secara rinci mengenai tata cara penerapan, penentuan lokasi, hingga mekanisme penarikan retribusi ketika berlangsung kegiatan tertentu.

Dalam usulan yang sedang dibahas, tarif parkir insidentil akan dibedakan dari tarif parkir reguler. Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, tarif parkir insidentil diusulkan sebesar Rp5.000, sedangkan kendaraan roda empat seperti mobil pribadi akan dikenakan tarif Rp10.000. Tarif tersebut akan diberlakukan pada saat penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang berpotensi meningkatkan volume kendaraan dan kebutuhan lahan parkir di wilayah Kota Kediri.

Penerapan tarif khusus pada momentum tertentu tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penerimaan daerah. Dishub Kota Kediri menilai potensi pendapatan dari sektor parkir masih dapat dioptimalkan melalui pengaturan tarif yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama ketika berlangsung kegiatan berskala besar yang menarik banyak pengunjung. Bahkan, pemerintah memperkirakan kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan PAD dari sektor parkir hingga mencapai sekitar 40 persen dibandingkan dengan kondisi saat ini.

Selain membahas tarif parkir insidentil, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pemerintah juga mengusulkan penyesuaian tarif parkir reguler. Apabila usulan tersebut disetujui, tarif parkir untuk sepeda motor yang selama ini sebesar Rp1.000 akan naik menjadi Rp2.000. Sementara itu, tarif parkir kendaraan roda empat yang sebelumnya Rp2.000 direncanakan meningkat menjadi Rp4.000. Penyesuaian tarif tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan sehingga belum diberlakukan dan masih menunggu proses penyelesaian regulasi.

Saat ini, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan mengelola tiga lokasi kantong parkir resmi, yakni di kawasan eks Pasifik, di depan Satlantas Polres Kediri Kota, serta di Terminal Tamanan. Selain ketiga lokasi tersebut, Dishub juga mengelola parkir di tepi jalan umum yang tersebar pada 28 ruas jalan di wilayah Kota Kediri. Lokasi-lokasi tersebut dilayani oleh juru parkir resmi yang mengenakan seragam berwarna biru atau oranye sebagai tanda bahwa mereka merupakan petugas yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan.

Beberapa ruas jalan yang termasuk dalam pengelolaan parkir resmi antara lain Jalan Dhoho, Jalan Pattimura, dan sejumlah titik strategis lainnya yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selama ini, tarif parkir reguler yang berlaku di lokasi-lokasi tersebut adalah Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk kendaraan roda empat. Namun, apabila usulan perubahan tarif memperoleh persetujuan, maka besaran retribusi parkir akan mengalami penyesuaian sesuai dengan ketentuan baru yang nantinya ditetapkan melalui regulasi resmi.(red/lis)

Tradisi Manusuk Sima di Taman Tirtayasa, Napak Tilas Lahirnya Kota Kediri

MANUSUK SIMA - Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Upacara Tradisi Manusuk Sima sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Senin (27/7/2026). Tahun ini, prosesi sakral tersebut kembali dilaksanakan di Taman Tirtayasa (by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar tradisi Manusuk Sima sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Prosesi budaya yang berlangsung di kawasan Taman Tirtayasa tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang berdirinya Kota Kediri sekaligus upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi Manusuk Sima merupakan kegiatan yang memiliki nilai historis karena berkaitan dengan penetapan tanah sima atau tanah perdikan yang menjadi salah satu dasar sejarah lahirnya Kota Kediri. Prosesi ini merujuk pada keberadaan Prasasti Kwak yang mencatat penetapan wilayah Kuwak pada 27 Juli 879 Masehi, yang kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kota Kediri. 

Pelaksanaan Manusuk Sima tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana mengenang perjalanan sejarah Kota Kediri sejak masa kerajaan. Melalui ritual tersebut, masyarakat diajak untuk memahami bahwa perkembangan Kota Kediri saat ini tidak terlepas dari perjalanan panjang peradaban yang telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun. 

Pada pelaksanaan tahun ini, prosesi Manusuk Sima kembali digelar di Taman Tirtayasa setelah sebelumnya sempat dilaksanakan di lokasi lain. Pemilihan tempat tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah karena kawasan Tirtayasa berada dalam rangkaian cerita perkembangan wilayah Kuwak yang menjadi bagian penting dalam sejarah awal Kota Kediri. 

Rangkaian acara berlangsung dengan nuansa budaya Jawa yang kental. Suasana sakral semakin terasa melalui iringan doa, tabuhan gamelan, serta berbagai prosesi adat yang menggambarkan penghormatan terhadap leluhur dan sejarah daerah. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simbolisasi pengukuhan nilai sejarah melalui rangkaian acara yang melibatkan unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta pelaku seni budaya. 

Pemerintah Kota Kediri menilai pelestarian tradisi Manusuk Sima menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Tradisi tersebut tidak hanya mengenalkan sejarah kepada generasi muda, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap budaya lokal yang menjadi ciri khas Kota Kediri. 

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap masa lalu, kegiatan Manusuk Sima juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Kota Kediri untuk terus membangun daerah dengan tetap berpegang pada nilai sejarah dan budaya. Perjalanan panjang Kota Kediri yang telah melewati berbagai masa diharapkan menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Dengan terselenggaranya tradisi Manusuk Sima dalam peringatan Hari Jadi ke-1.147, Kota Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat peninggalan sejarah. Tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari perkembangan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga akar budaya dan sejarah. (red/lis)

Diduga Aniaya Security Tempat Hiburan Malam, Markas Debt Collector Surabaya Didatangi Rekan Korban


Massa menggeruduk markas DC yang berada di Jalan Teuku Umar, Tegalsari.--(by memorandum co.id)


SURABAYA – Suasana sebuah markas kelompok debt collector di Surabaya sempat memanas setelah didatangi sejumlah rekan dari dua petugas keamanan tempat hiburan malam yang diduga menjadi korban penganiayaan. Kedatangan tersebut diduga berkaitan dengan insiden pengeroyokan yang melibatkan beberapa orang di kawasan tempat hiburan malam.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut bermula ketika dua petugas keamanan atau security tempat hiburan malam terlibat perselisihan dengan sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok debt collector. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi kekerasan yang mengakibatkan kedua korban mengalami luka.

Tidak terima dengan kejadian tersebut, rekan-rekan korban kemudian mendatangi lokasi yang disebut sebagai markas kelompok debt collector. Kedatangan mereka dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan tindakan kekerasan yang dialami oleh kedua petugas keamanan.

Situasi di lokasi sempat menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah orang berkumpul di area tersebut sebelum akhirnya aparat kepolisian datang untuk melakukan pengamanan dan mencegah terjadinya konflik lanjutan.

Petugas kepolisian kemudian melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk mengumpulkan informasi dari pihak yang terlibat serta meminta keterangan dari para saksi. Polisi juga melakukan pendalaman terkait kronologi sebenarnya dari dugaan penganiayaan tersebut.

Dua petugas keamanan yang menjadi korban selanjutnya menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi luka yang dialami. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan sejumlah orang dalam kejadian tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan kelompok penagih utang dan petugas keamanan yang sama-sama memiliki aktivitas di ruang publik. Aparat mengimbau seluruh pihak agar menyerahkan proses penyelesaian kepada jalur hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta dalam kasus tersebut, termasuk mencari tahu motif, kronologi, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur tindak pidana.(red/lis)

Toko Kelontong Lowayu Jadi Sasaran Pencurian, Rokok dan Uang Tunai di Raib


Petugas Unit Reskrim Polsek Dukun melakukan olah TKP pencurian di Toserba Sunan Drajat, Desa Lowayu.--(by memorandum co.id)



GRESIK – Aksi pencurian terjadi di sebuah toko di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Pelaku nekat membobol dinding toko untuk masuk ke dalam bangunan dan membawa kabur ratusan bungkus rokok serta uang tunai dengan total kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Peristiwa tersebut diketahui oleh pemilik toko setelah mendapati kondisi tempat usahanya dalam keadaan berantakan. Saat dilakukan pemeriksaan, pemilik menemukan bagian dinding toko mengalami kerusakan yang diduga menjadi akses masuk pelaku untuk melakukan aksinya.

Pelaku diduga masuk dengan cara menjebol tembok bagian belakang toko. Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mengambil sejumlah barang dagangan berupa rokok berbagai merek yang tersimpan di dalam toko.

Tidak hanya membawa kabur ratusan bungkus rokok, pelaku juga mengambil uang tunai yang berada di dalam toko. Akibat kejadian tersebut, pemilik mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

Aksi pencurian tersebut diduga dilakukan saat kondisi sekitar toko sedang sepi. Pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk menjalankan aksinya tanpa diketahui oleh pemilik maupun warga sekitar.

Setelah kejadian dilaporkan, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Polisi mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mencari petunjuk yang dapat mengarah kepada identitas pelaku.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal. Penggunaan sistem keamanan tambahan seperti kamera pengawas (CCTV), kunci pengaman, dan penerangan di sekitar lokasi usaha dinilai dapat membantu mencegah terjadinya pencurian.

Kasus pencurian di toko wilayah Lowayu tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Petugas terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas aksi pembobolan tersebut.(red/lis)