Showing posts with label kediri. Show all posts
Showing posts with label kediri. Show all posts

Trek-trekan Ganggu Warga, Polres Kediri Kota Lakukan Pencegahan


Polisi melakukan patroli dan pencegahan balap liar.--(by memorandum)


KEDIRI
– Aktivitas trek-trekan, breng-brengan hingga balap liar yang dilakukan secara berkelompok menjadi perhatian Polres Kediri Kota. Menyikapi keresahan masyarakat, polisi melakukan langkah preventif untuk mencegah kegiatan tersebut mengganggu keamanan dan ketertiban di jalan raya.

Upaya pencegahan dilakukan pada Jumat malam (7/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026) dini hari. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Bagian Operasional Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.

Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas sejumlah kelompok remaja yang berkendara secara bergerombol di jalan umum. Aktivitas itu dinilai menimbulkan suara bising dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Kompol Iwan mengatakan, informasi dari warga menjadi perhatian kepolisian untuk segera melakukan pencegahan sebelum aktivitas tersebut berkembang dan menimbulkan gangguan keamanan maupun kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, trek-trekan dan balap liar umumnya berlangsung ketika malam semakin larut. Para remaja berkumpul kemudian berkendara secara berkelompok dengan cara yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain persoalan keselamatan, suara kendaraan yang bising juga berpotensi mengganggu warga yang sedang beristirahat.

“Informasi dari masyarakat menjadi atensi kami. Kami melakukan langkah preventif agar aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan tidak berkembang,” ujar Kompol Iwan.

Ia menegaskan, jalan raya merupakan fasilitas umum yang harus digunakan secara tertib. Karena itu, jalan umum tidak semestinya dimanfaatkan untuk trek-trekan, balap liar maupun konvoi yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

Polisi mengimbau para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Silakan melakukan aktivitas yang positif, tetapi jangan sampai mengganggu masyarakat maupun membahayakan pengguna jalan. Kami mengimbau para remaja untuk tidak terlibat dalam aktivitas trek-trekan atau kegiatan lain yang meresahkan,” katanya.

Kompol Iwan menambahkan, langkah preventif merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polisi tidak hanya hadir setelah gangguan terjadi, tetapi juga berupaya mencegah potensi gangguan sejak awal.

Meski demikian, kepolisian memastikan akan mengambil tindakan apabila masih ditemukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami akan melakukan tindakan tegas apabila masih ada yang melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Selain melakukan pencegahan terhadap aksi balap liar, petugas juga memberikan imbauan kepada sejumlah remaja yang masih nongkrong hingga larut malam di sekitar lokasi. Mereka diminta tidak beraktivitas tanpa kepentingan hingga dini hari dan segera kembali ke rumah.

Kepolisian turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi kamtibmas. Warga diminta segera menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas trek-trekan, balap liar maupun kegiatan lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Masyarakat bisa segera menghubungi call center Polri di 110 apabila mengetahui adanya kegiatan yang mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya.

(Red/Lis)


Bhabinkamtibmas Polsek Banyakan Dampingi Petani Jabon, Dukung Ketahanan Pangan


Bripka Gaguk Santoso mendampingi petani Desa Jabon melakukan pemupukan tanaman jagung.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kota Kediri. Salah satunya melalui pendampingan langsung kepada petani dalam proses budidaya tanaman jagung.

Bhabinkamtibmas Desa Jabon, Polsek Banyakan, Bripka Gaguk Santoso, turun langsung ke lahan pertanian untuk mendampingi petani melakukan pemupukan tanaman jagung, Jumat (7/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bripka Gaguk terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi lahan yang berada di wilayah binaannya. Ia kemudian berinteraksi dengan petani sekaligus mendampingi proses pemupukan tanaman.

Pemupukan menjadi salah satu tahapan penting dalam perawatan tanaman jagung. Pemberian pupuk yang sesuai kebutuhan diharapkan dapat menunjang pertumbuhan tanaman sehingga produktivitas hasil panen dapat meningkat.

Selain melihat kondisi tanaman, Bripka Gaguk juga berdialog langsung dengan petani mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan proses budidaya.

Pembahasannya meliputi perkembangan tanaman, ketersediaan pupuk, hingga kendala yang ditemui petani selama mengelola lahan.

Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan motivasi kepada para petani agar tetap konsisten melakukan perawatan tanaman hingga masa panen tiba.

“Kami berharap para petani tetap semangat mengelola lahan pertanian. Perawatan tanaman, termasuk pemupukan yang tepat, menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produksi jagung demi mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar Gaguk.

Pendampingan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mendukung aktivitas masyarakat. Peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung strategi program pemerintah di sektor pertanian.

Kegiatan turun langsung ke lapangan juga memungkinkan petugas mengetahui kondisi dan kebutuhan petani secara lebih dekat. Dengan adanya komunikasi yang terjalin, berbagai kendala dalam proses budidaya yang diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya bersama melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto juga terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif mendampingi masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk para petani.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan sambang, pemberian edukasi, serta pemantauan perkembangan sektor pertanian.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dengan keterlibatan berbagai pihak di lapangan, program swasembada pangan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, baik di wilayah hukum Polres Kediri Kota maupun dalam mendukung ketahanan pangan nasional.(red/lis)

27 Pegawai dan Pengguna Layanan Donorkan Darah, Imigrasi Kediri Lanjutkan dengan Baksos


Kepala Kantor Imigrasi Kediri Antonius Frizky Saniscara memberikan paket bantuan kepada peserta donor darah.--(by memorandum co.id)


KEDIRI
– Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan bakti sosial, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian jajaran Imigrasi terhadap masyarakat. Selain itu, kegiatan juga menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretariat Jenderal Nomor SEK-UM.01.01-97 mengenai Pedoman Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan donor darah sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 29 orang yang terdiri dari pegawai dan pengguna layanan keimigrasian ikut berpartisipasi.

Seluruh calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka memenuhi persyaratan donor. Dari 29 peserta, dua orang dinyatakan belum memenuhi syarat sehingga tidak dapat melakukan donor.

Dengan demikian, sebanyak 27 peserta berhasil menyumbangkan darah dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada siang hari dengan bakti sosial yang menyasar masyarakat di sekitar kantor, terutama kelompok lanjut usia (lansia).

Sebanyak 30 paket bantuan berupa sembako dan sayuran hasil panen dari program ketahanan pangan Kantor Imigrasi Kediri disalurkan kepada 30 warga yang menjadi penerima manfaat.

Kegiatan sosial tersebut turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Kediri bersama seluruh jajaran pegawai.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, mengatakan peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

"Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kami maknai dengan menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata. Donor darah dan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus implementasi semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'," ujar Antonius.

Ia menambahkan, keberadaan Imigrasi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi dan keimigrasian. Jajaran Imigrasi juga berupaya berkontribusi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, aksi donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Sementara kegiatan bakti sosial diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, khususnya para lansia di sekitar lingkungan kantor.

Selain memberikan manfaat langsung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara jajaran Imigrasi dan masyarakat.

Antonius berharap semangat gotong royong, kepedulian, serta kebersamaan dapat terus tumbuh melalui kegiatan-kegiatan sosial yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kedekatan antara Imigrasi dan masyarakat. Melalui aksi sosial seperti ini, nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada bangsa dapat terus tumbuh sejalan dengan semangat Kemerdekaan Indonesia," tambahnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap instansi untuk memberikan kontribusi nyata sesuai dengan perannya masing-masing.

Melalui donor darah dan bakti sosial tersebut, Kantor Imigrasi Kediri menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan keimigrasian, tetapi juga lewat aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial.(red/lis)

Tol Kediri Terus Dibangun, Penggantian Aset Pemkot Masih Menggantung

  

PROYEK TOL - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari saat meninjau proyek tol akses Bandara Dhoho, Jumat (31/7/2026). Ia menjelaskan hingga saat ini Pemkot Kediri masih menunggu kepastian lahan pengganti milik Pemkot yang terdampak proyek tol(by tribunjatim.com)



KEDIRI
– Pemerintah Kota Kediri masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat mengenai mekanisme pengadaan lahan pengganti untuk aset daerah yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri menuju Bandara Dhoho. Hingga kini, proses penggantian aset tersebut belum sepenuhnya terealisasi meski sebagian lahan telah digunakan untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN).

Tercatat sebanyak 72 bidang aset milik Pemkot Kediri masuk dalam area pembangunan jalan tol. Aset tersebut terdiri atas 21 bidang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), 46 bidang non-LP2B, serta lima bidang berupa bangunan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 36 bidang telah memperoleh izin pemanfaatan dan kini telah digunakan untuk mendukung pekerjaan konstruksi jalan tol. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah belum menerima lahan pengganti sebagaimana yang menjadi haknya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menegaskan belum diterbitkannya izin pemanfaatan lahan tahap berikutnya bukan berarti Pemkot Kediri menghambat pembangunan proyek nasional tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah hanya menjalankan aturan terkait pengelolaan aset daerah.

"Pemerintah Kota Kediri tidak menghambat pembangunan jalan tol. Izin pemanfaatan lahan tahap kedua belum bisa diterbitkan karena pemanfaatan lahan tahap pertama sebanyak 36 bidang sudah diberikan izinnya, tetapi sampai sekarang penggantian lahannya belum ada," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Endang menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan verifikasi terhadap sejumlah bidang tanah yang diusulkan sebagai aset pengganti. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat mengenai mekanisme maupun lokasi pengganti yang akan digunakan.

Ia menegaskan bahwa setiap aset milik daerah yang dilepaskan harus memperoleh penggantian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, penerbitan izin baru tidak dapat dilakukan sebelum kewajiban pada tahap sebelumnya diselesaikan.

"Yang tahap pertama saja belum diganti, masa sekarang mau mengeluarkan izin lagi. Nanti justru menyalahi aturan. Kami tetap mengikuti ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Selain persoalan aset umum, pembahasan di tingkat pemerintah pusat juga masih menyangkut mekanisme penggantian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang terdampak proyek jalan tol.

Menurut Endang, lahan sawah produktif yang memiliki sistem irigasi teknis memiliki aturan khusus mengenai penggantian. Dalam regulasi tertentu, lahan semacam itu dapat diganti dengan luasan hingga tiga kali lipat dari luas lahan yang digunakan.

"Kalau sawah itu beririgasi, subur dan tidak kesulitan air, ada ketentuan penggantian bisa sampai tiga kali lipat. Nah, ini yang masih dibahas di pemerintah pusat, apakah satu kali, tiga kali, atau seperti apa mekanismenya," jelasnya.

Di tengah proses administrasi yang masih berlangsung, pembangunan fisik Jalan Tol Kediri menuju Bandara Dhoho tetap berjalan sesuai jadwal. Berdasarkan laporan Project Management and Supervision Consultant (PMSC), progres konstruksi telah mencapai sekitar 63 persen.

Perwakilan PMSC, Mamik, menyampaikan pekerjaan konstruksi di lapangan terus berlangsung dan ditargetkan rampung pada kuartal kedua tahun 2027.

"Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar 63 persen. Pekerjaan konstruksi terus berjalan dan kami menargetkan penyelesaian proyek pada kuartal kedua tahun 2027 sesuai rencana," katanya.

Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang terhubung dengan Bandara Dhoho diharapkan mampu mempercepat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah. Meski demikian, penyelesaian persoalan administrasi dan penggantian aset pemerintah daerah dinilai menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai aturan tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.(red/lis)

Pemkab Kediri Siapkan Rp7 Miliar untuk Perluasan Pasar Buah Banyakan, Disulap Jadi Rest Area dan Pusat Oleh-Oleh


saat pedagang keluar area Pasar Buah Banyakan(photo by radar kediri)


KEDIRI,
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri terus mematangkan rencana pengembangan Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri–Kertosono. Tidak hanya merelokasi pasar ke lokasi baru, pemerintah juga menyiapkan konsep kawasan perdagangan terpadu yang dilengkapi rest area serta pusat oleh-oleh khas Kediri.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,6 miliar hingga Rp7 miliar guna membebaskan lahan tambahan seluas sekitar 1.831 meter persegi. Penambahan lahan dinilai penting agar kawasan pasar baru memiliki ruang yang lebih representatif untuk dikembangkan.

Sebelumnya, Pasar Buah Banyakan seluas 3.686 meter persegi menjadi salah satu aset yang terdampak proyek pembangunan Tol Kediri–Kertosono. Sebagai pengganti, pemerintah telah menetapkan lahan baru yang berada di area lapangan futsal di sebelah utara pasar lama dengan jarak sekitar satu kilometer.

Lahan pengganti tersebut memiliki luas 3.908 meter persegi dengan nilai appraisal mencapai Rp16,66 miliar dan telah resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa luas lahan pengganti yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk mewujudkan kawasan perdagangan yang terintegrasi.

Karena itu, sesuai arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, pemerintah daerah memutuskan menambah pengadaan lahan yang saat ini masih dimiliki pihak perseorangan.

Menurut Tutik, proses pembebasan lahan akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), sementara Disdagin bertugas menyiapkan konsep pengembangan kawasan beserta desain awal pasar baru.

"Lahan tambahan tersebut sebelumnya juga telah melalui proses appraisal oleh pihak proyek jalan tol. Awalnya direncanakan ikut dibeli oleh pihak tol, namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut tidak terealisasi," ujarnya.

Saat ini, tahapan yang sedang dipersiapkan adalah proses pengadaan tanah melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026. Di waktu yang bersamaan, Disdagin mulai menyusun pra-desain kawasan sebagai dasar pengembangan selanjutnya.

Pemkab Kediri tidak ingin kawasan baru hanya berfungsi sebagai lokasi relokasi pedagang buah. Konsep yang disiapkan mengarah pada kawasan ekonomi yang lebih hidup dengan menghadirkan pusat oleh-oleh khas Kediri, area istirahat (rest area), serta fasilitas pendukung lainnya.

Konsep tersebut diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan sepanjang tahun, termasuk ketika musim panen buah telah berakhir.

"Dengan konsep tersebut, kawasan tidak hanya ramai saat musim buah saja. Ketika tidak musim buah pun tetap ada aktivitas ekonomi melalui pusat oleh-oleh maupun rest area," jelas Tutik yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

Setelah penyusunan pra-desain selesai, pemerintah daerah menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dilakukan pada tahun depan sebagai dasar pembangunan fisik kawasan.

Ke depan, Pasar Buah Banyakan diharapkan berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus titik persinggahan strategis bagi pengguna Jalan Tol Kediri–Kertosono, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.(red/lis)

Peringati Hari Bhayangkara, Polres Kediri Gelar Donor Darah Berskala Besar

  
Polres Kediri melakukan donor darah dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80. (photo by radar kediri )


KEDIRI - Kegiatan sosial yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kediri tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari anggota Polri, TNI, Bhayangkari, peserta Latja Akpol Tingkat III, ASN, PHL, petugas keamanan, hingga masyarakat umum.


Dari 225 peserta yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sebanyak 200 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mendonorkan darah. Sementara itu, 25 peserta lainnya belum dapat berpartisipasi karena kondisi kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan donor.


Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, donor darah merupakan salah satu agenda bakti sosial yang rutin digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah yang terus dibutuhkan oleh rumah sakit maupun PMI.


Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum seremonial bagi institusi kepolisian, tetapi juga sarana untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Selain melibatkan personel Polres Kediri dan jajaran Polsek, kegiatan donor darah juga mendapat dukungan dari berbagai instansi dan unsur masyarakat yang selama ini menjadi mitra kepolisian.


Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri berharap darah yang berhasil dihimpun dapat membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. (red)

Kemarau Mengancam, Petani Bengkoang di Kediri Perkuat Perawatan Tanaman

  

Polisi saat meredam petani di Kayenkidul. (photo by radar kediri)


KEDIRI - Ketersediaan udara menjadi perhatian utama petani bengkoang saat memasuki musim kemarau. Berkurangnya curah hujan membuat petani harus lebih rutin melakukan penyiraman dan perawatan agar tanaman tetap tumbuh optimal hingga masa panen.


Kegiatan tersebut terlihat di lahan bengkoang yang berada di Dusun Tangkilan Kidul, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Dalam aktivitas tersebut, petani mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas Desa Padangan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan.


Selain membantu proses perawatan tanaman, petugas juga berdiskusi dengan para petani mengenai kondisi tanaman dan berbagai langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga pertumbuhan bengkoang selama musim kering berlangsung.


Kecukupan pasokan udara dinilai sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pembentukan umbi serta kualitas hasil panen yang akan diperoleh petani.


Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Kapolsek Pagu AKP Kalis Joewasono mengatakan, keberhasilan budidaya pertanian tidak lepas dari perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal masa tanam. Pendampingan yang diberikan diharapkan dapat menambah semangat petani dalam menjaga kondisi tanaman sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.


Menurutnya, keterlibatan kepolisian di sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan juga menjadi sarana untuk menyerap informasi dan mengetahui kendala yang dihadapi petani secara langsung.


Melalui perawatan yang dilakukan secara rutin dan pengelolaan yang baik, tanaman bengkoang diharapkan mampu tumbuh maksimal serta menghasilkan panen yang berkualitas, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan berbasis potensi pertanian lokal. (red)

Haji Isak Tegaskan Bukan Kontraktor, Hanya Pelaksana Tugas Padat Karya Kodim Kediri

 

 

INEWS.WEB.ID, KEDIRI – Program KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di Kabupaten Kediri terus menjadi perhatian masyarakat karena dinilai memberikan dampak positif terhadap pembangunan desa dan peningkatan perekonomian warga melalui sistem padat karya.

Dalam pelaksanaannya, berbagai pihak turut terlibat mulai dari pemerintah desa, pelaksana lapangan, hingga masyarakat setempat. Program tersebut disebut mampu membuka peluang kerja sekaligus mempercepat pembangunan fasilitas umum di desa.


Menanggapi adanya pertanyaan terkait pelaksanaan program, salah satu perwakilan pelaksana tugas, Haji Isak, menjelaskan bahwa dirinya bukan merupakan kontraktor dalam proyek KDKMP, melainkan hanya membantu pelaksanaan kegiatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.


“Saya bukan kontraktor dalam proyek KDKMP, melainkan hanya  pelaksana tugas padat karya dari kodim” ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh tim pelaksana atau pihak yang telah ditunjuk sesuai prosedur dan kesepakatan yang berlaku.


Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah (photo by radar kediri)




Terkait penggunaan anggaran, disebutkan bahwa seluruh dana dipergunakan berdasarkan perencanaan kegiatan serta mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku.


“Seluruh penggunaan dana dilakukan sesuai perencanaan, kebutuhan kegiatan, serta mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku,” jelasnya.


Program KDKMP sendiri dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari membantu pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan fasilitas umum, hingga mendukung kebutuhan dan kesejahteraan warga.


Sementara itu, Imam Baihaqi selaku perangkat Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, juga menyambut baik adanya program tersebut karena dianggap mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.


“Pemerintah desa pada dasarnya merasa terbantu dan menyambut baik adanya program KDKMP karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.


Selain itu, terkait isu hubungan antara ASN dengan pihak KDKMP maupun kepala desa, dijelaskan bahwa tidak ada hubungan khusus selain sebatas koordinasi kerja dalam pelaksanaan kegiatan.


“Tidak ada hubungan khusus antara ASN , kontraktor atau pihak manapun selain konsultasi teknis dlm plksanaan kegiatan kdkmp,” terangnya.


Sebelumnya, salah satu petugas pelaksana padat karya KDKMP dari Kodim, Riski, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan membantu masyarakat melalui sistem padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal.


“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat desa melalui sistem padat karya. Jadi masyarakat juga ikut terlibat langsung dalam pekerjaan sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Riski.


Riski berharap program tersebut dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kebersamaan warga.


Di sisi lain, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan KDKMP dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak ada keterlibatan ASN maupun kontraktor atau pihak lain di luar pelaksanaan kegiatan kdkmp di kab. Kediri. 


Program KDKMP menjadi salah satu bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong. Selain membantu percepatan pembangunan, program ini juga membuka peluang kerja untuk masyarakat yang berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga desa. (eks/adv)